Semanggi Mati

Wah pagi ini tgl 5 Feb 2007 heboh banget di kantor, soalnya hari Senin, dan telepon mati untuk keluar dan masuk kantor, karena sentral Semanggi mati. Rupanya sudah dari sejak jam 11 malam hari Jumat lalu, Semanggi mati karena kebanjiran power supply nya. Katanya sih baru bisa nyala besok pagi (Selasa).

Bos-bos di kantor pada nggerutu, apalagi hari Sabtu kemarin ternyata hape bos besar bermasalah, tapi itu karena BTS telkomsel di daerah tempat tinggalnya memang mati kebanjiran, jadinya dia nggak bisa atau sulit terima telephone. Hmm musti dua kali ya telephonenya?

Anyway, ‘kembali ke laptop’, kali ini kedua kalinya semanggi mati. Dulu waktu banjir tahun 2002, juga mati, tapi kalo nggak salah sih nggak sampe berhari-hari gini. Wah kantor babak belur nih. Untung tadi pagi ternyata 4-5 direct line masih menyala, jadi dipakai buat emergency line. Bayangin, dikantor sini ada 90 trunk lines, mendadak semua lines not available, gimana nggak pusing tuh.

Trus apa yg bisa kita lakukan buat menghadapi kayak gini? Memang musti cari trunking lain. Trunking ini bisa dari Indosat.

Bisa dihubungkan direct ke kantor. Atau kalau punya kantor di lain tempat di jakarta sih, bisa dibuat trunking line cadangan di tempat tersebut, dan dihubungkan via radio line (atau yg lain). Trunking line di kantor lain tersebut bisa berupa analog line biasa atau bahkan 2 Mb (E1) line dari provider lain (Indosat).

Alternatif lain, pakai VOIP ke provider VOIP. Kebetulan kantor sudah ada internet connection ke Excellcom, jadi tinggal diupgrade internet line ada dan minta sambungan VOIP di Excellcom.

Bagaimana, beres kan?

Tapi ini kejadian luar biasa, seperti halnya earthquake di taiwan (bulan lalu?) yang menyebabkan internet kaput di Indonesia. Sebenarnya kami juga sudah punya 2 ISP provider, tapi untuk backup jika ISP yg satu mati. Lha, ISP nya nggak ada yang mati, tapi dari ISP keluar itu yg mati. . . wah ya backupnya nggak fungsi. . . memang sih sudah dicheck /dipilih ISPnya juga yang punya backup line, tapi yg namanya backup kan terbatas kapasitas dan juga karena pake satelit jadi ya lambah lah.

Untungnya jaringan internal telepon tidak terpengaruh, alias tetap jalan.

Comments (2)

Modif Skorpi – Lampu Terang Terus

Hari minggu kemarin skorpiku kembali di modif. Kali ini untuk merubah lampu agar bisa nyala tanpa harus mesinnya nyala. Aslinya motor Yamaha itu ngambil listrik utk lampu langsung dari dinamonya (kalau dimotor namanya ‘sepul’ – entah darimana kata ini berasal). Jadi utk menyalakan lampu, mesin harus berputar, baru itu lampu mau nyala (kayak sepeda aja yah. . .).

Anyway, rencananya mau pagi-pagi, tapi montirnya masih keluar rumah. Jam 11 aku telpon, dan ternyata musti belanja spare part dulu. Spare part yg perlu dibeli adalah regulator (atau istilahnya ‘kiprok’) berasal dari Honda Tiger. Harga Rp. 250,000,-. Tempat beli di Bintang Motor, Jl. Arif Rahman Hakim (dekat stasiun Depok Baru). Untung ada, tinggal satu, tadinya nyari di dealer Honda, eh malah gak buka hari Minggu.
Setelah itu lanjut mencari bengkel tsb (ini pertama kali ke bengkel itu). Tempatnya di Sukatani, Jl. Markuisa VII, Sukatani Permai (utk tepatnya lihat koordinat GPS di bawah).

Akhirnya, sampai jugalah di lokasi, setelah tanya2 kanan kiri. Di bengkel sudah ada 2 motor sedang perbaikan jadi nunggu dulu. Baru kira-kira jam 13:00 dimulai pengerjaannya. Kebetulan saya juga mau pasang “colokan rokok” di motor. Itu lho output 12VDC. Rencananya buat pasang GPS di motor. Selain itu guna yg lain juga banyak, spt utk pompa ban, lampu extra, atau charge hape.

Pertama-tama itu motor dicopot tangkinya, setelah jok dan fiber kanan kiri dilepas. Setelah itu oli dikeluarkan (ditampung, nanti dipakai lagi). Nah baru baut-baut dilepas buat bongkar sepul. Banyak juga tuh baut2nya.

Setelah sepul kelihatan, ada 2 set kabel yg dibuat seri (tadinya pararel).

Habis itu kiprok diganti kirprok Honda Tiger, dan perkabelanpun diganti.

Dites lampu, nyala deh tanpa harus engine hidup, dan lampu konstan karena ambil arus langsung dari aki.

Pekerjaan sebenarnya nggak terlalu lama, tapi karena pertama nunggu klien lain (1 jam) terus juga pasang colokan rokok dan memperbaiki dudukan winshield (tambah lagi 1 jam) jadi total semua, sekitar 4 jam.

Comments (9)

Obat Oles/ Larutan Pijat Tradisional

Lagi-lagi dari TV, soal pelarut untuk obat pijat tradisional.  Itu lho yg katanya untuk ngurut pegel linu, biasanya didalamnya bahkan ada akar2 kering, sebagai tanda sahnya obat tersebut.

Dalam reportasi TV tadi orang tersebut mengaku sudah 15 (LIMABELAS bo!) tahun melakukan pengoplosan larutan pijat tersebut dan tanpa ketahuan dan produknya laku lagi.  Dioplos dengan apa?  lazimnya minyak sereh atau cengkeh atau kayu putih (atau minyak akar2 lainnya) yg jumlah nya sedikit, dioplos dengan minyak kelapa agar konsentrasinya menurun dan cocok (tidak iritasi) di kulit.  Nah minyak kelapa kan relatif mahal tuh, makanya diganti dengan terpentin! Apaan tuh?  itu lho pengencer cat!  Karena terpentin harga satu liternya lebih murah.  Padahal zat ini berbahaya jika digosok2an pada kulit, selain dapat menyebabkan iritasi , juga kanker kulit jika digunakan dalam jangka waktu lama.  Dalam reportasi di demokan, bagaimana terpentin gampang juga terbakar (macem spiritus itu lho).

Huh. . . lagi2 pedangang mau untuk besar, cari shortcut yg membahayakan masyarakat. . .

Comments (2)

Pemutih Beras (dan Pemutih Gula)

Belakangan ini orang ribut soal pemutih beras, yaitu bahan untuk membuat beras menjadi putih bak putri cinderela.

Coba lihat beberapa reportasi mengenai ditemukannya klorin (kalium hipochloride atau kaporit) di dalam beras.

1. liputan 6 sctv, http://www.liputan6.com/view/8,136577,1,0,1170128257.html

2. republika http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=279770&kat_id=23

3. pos kota http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=29107&ik=6

kalau tidak salah baca, sebenarnya teknik pemutihan beras ini dulu diperkenalkan oleh IPB agar supaya beras lebih tampak cantik (kayak putri salju kaleee) tentu saja menggunakan pemutih yg aman bagi masyarakat.

Seiring dengan permintaan market, terutama di Jakarta, maka di penggilingan beras lazim ditambah zat pemutih ini. Tapi makin lama pedagang makin kreatif (cari untung gede) dengan mengganti zat pemutih yg ideal dengan khlorin, karena lebih murah. Akibatnya beras murah (yg 1000rp/kg) dioplos pemutih, lalu dibungkus label, dijual 4,000-5,000rp/kg seperti layaknya beras kelas atas.

Klorin merupakan bahan kimia yang biasanya digunakan sebagai pemutih pakaian. Zat tersebut dicampur beras dengan cara perendaman atau penyemprotan agar beras
lebih putih dan mengkilat sehingga harga jual bisa tinggi. Jika terus dikonsumsi klroin ini bisa mengakibatkan kanker dan kerusakan ginjal.Begitulah, mau beras cantik tapi racun, atau bagaimana? Trus gimana dong???

Bagaimana membedakannya? Berikut ini tips dari pedangang beras:

Beras berklorin mudah dibedakan dengan beras asli hanya dengan tampilan fisiknya.

“Beras yang dicampur zat pemutih, fisiknya putih mengkilap, bau obat atau deterjen, licin dan banyak serbuk putihnya. Sedangkan beras yang asli kesat dan utih kusam serta tidak berbau,”

Kasus pemutih ini mirip dengan gula putih, dimana digunakan pemutih gula dari bahan tulang binatang (mboh binatang opo. . .), terutama gula impor, yg bentuknya putih tih tih banget, kayak disiram cat tembok. Wah aku emoh pake gula ginian, mendingan pake gula lokal yang rada kecoklatan, rada ledeq dikit nggak apa2 asal aman (dan halal lho). Asal tau aja, itu tulang binatang yg dipakai campuran, bisa dari sapi, tapi juga bisa dari babi. . . nah lho. . . nggak ada yang tau kan? Lebih syeyem lagi, tulang yg dihancurkan model gini (utk sebagai pemutih gula), juga dapat menyebabkan kanker. . .

Ya begitulah, kalau masyarakat juga gandrung segala yg putih macam kulit putih, gigi putih, baju putih bersih, dst.

Comments (10)

Sesajen itu. . .

Sudah lama ada dalam benak saya, atas banyaknya sesajen di indonesia ini. Yang terakhir saya lihat di tv, tentang hari asyura (10 Muharram), dimana sekelompok orang menabuh gendang lalu mengiringi “pusaka” untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Allah, Hasan di Karbala, Irak. Menurut berita tsb, Hasan terpotong tangannya ketika mati. Maka dalam prosesi ini, diaraklah lempengan besi (atau alumunium) berbentuk telapak tangan orang dewasa; Kemudian potongan alumunium tsb dicuci di air dicampur jeruk nipis (biar sedep kali ya).

Setelah upacara, air tersebut katanya “berkah” (ini air bekas cucian logam karatan itu lho), dipakai untuk cuci muka atau dibasuh ke rambut utk wanita, “biar enteng jodoh”, katanya. . . (kasian deh).

Jelas-jelas ini syirik loh, menggantungkan nasibnya pada selain Allah swt. Bagaimana sebabnya air kotor itu bisa membawa jodoh??? Rezeki Allah yg mengatur, air yg ciptaan Allah itu ya tetep sebagai air, bukan zat penyebab jodoh. . . bisa diminum (kalau dimasak dulu dan disaring). . . bisa buat nyiram tanaman. . . Kelak segala sesuatu perbuatan kita akan ditanya oleh Yg Maha Kuasa.

Tinggalkan sebuah Komentar

Daun Sirih dan Siwak itu . . .

Saya sudah lama pakai daun sirih, dan kayu siwak untuk kebersihan gigi dan mulut. Sangat efektif, terutama ketika sakit gigi (gigi berlubang), atau untuk sekedar kumur-kumur.

Sekarang daun sirih sudah dibuat pasta gigi (oleh mustika ratu), jadi nggak perlu repot bikin minyak daun sirih atau rebusannya. Tadinya saya buat sendiri minyak daun sirih.

Caranya sbb: keringkan daun sirih (dijemur) sebanyak 100 gr, lalu diiris kecil-kecil kemudian di rendam dengan ethanol (alkohol >95%), kemudian dimasak sampai ethanolnya menguap semua. Sisanya adalah minyak daun sirih. Didapat sejumlah kecil minyak daun sirih. Bisa dipakai langsung diteteskan ke gigi yang berlubang. oke ?

Menurut sinshe yg saya kenal, orang dahulu punya kebiasaan “makan sirih” yang terdiri dari daun sirih, kapur, pinang, dan gambir. Cari dimana ya di jakarta? Sekarang sih saya pakai saja siwak. Biasanya ada di toko-toko pakaian muslim. Harga sebatang 5 ribu s/d 10 ribu. Satu siwak bisa utk 4 mingguan. Sangat manjur. Gigi saya yg berlubang tidak sakit lagi. . .

Comments (3)

Google earth cache

Pertama, instalasikan Goggle Earthnya dan setelah itu kita harus on line ke
intenet dan jalankan Google Earth sampai ada tampilan berupa peta bumi.
Telusuri lokasi yang diinginkan, misalnya kota Bandung sedetail mungkin
(akan membutuhkan waktu yang lama, ber jam-jam).  Setelah selesai, putuskan hubungan ke internet dan tutup Google Earthnya.

Cari file dbCache.dat dan dbCache.dat.index nya. Bisa dicari di C:\Document and Setting\Adminstrator\Local Settings\Application Data\Google\Google Earth.

File itu sudah berisi data beberapa puluh MB dan mungkin beberapa ratus MB. Simpan file tersebut atau rename dengan misalnya dbCacheBdg.dat dan dbCacheBdg.dat.index
Hubungkan lagi ke internet dan jalankan lagi program Google Earth dan kali
ini, misalnya sekarang yang ditelusuri, kota Jakarta atau Sight Seeing nya
dan lain-lain. Simpan file yang telah diperoleh dan jangan lupa dinamakan.
Nah sesudah kita mempunyai beberapa file dengan lokasi berlainan, misalnya
dbCacheJkt2, dbCacheJkt3, dbCacheBdg, dbCacheSmg dan selanjutnya, kalau kita
ingin menelusurinya tanpa terhubung ke internet, cukup bisa kita lakukan
dengan mengganti nama file simpanan tadi, menjadi dbCache.dat dan dbCache.dat.index.
Dengan tanpa terhubung ke internet, jalankan program Google Earth dan klik
Ok, Ok, beberapa kali, maka program akan berjalan seperti kita on line ke
internet. Kalau ada beberapa yang menjadi buram, tinggal kita buat hubungan
ke internet sebentar, hanya dalam waktu beberapa menit saja, maka gambar
akan menjadi tajam dan setelah cukup tajam atau sudah 100%, putuskan
hubungan ke internetnya.
Namun, apabila kita mempunyai peta lama dan saat ini peta lama tersebut
sudah di updated oleh si Google Earth, maka peta lama tersebut akan hilang
digantikan dengan peta baru yang harus kita telusuri lagi dari awal, yang
membutuhkan waktu lama. Karenanya simpan peta-peta yang diperlukan di
tempat lain, agar masih bisa kita lihat secara off line, apabila diperlukan.

Keuntungan dengan cara ini, misalnya peta di download di kantor dan kita
ingin melihatnya di rumah, maka kalau komputer di rumah memang mempunyai
atau sudah pernah di instalasikan Google Earth dan pernah dijalankan di
internet, sedikitnya sampai peta bumi tampil, tinggal kita gantikan file
dbCache.dat dan dbCache.dat.index dengan data yang dari kantor dan akan
tampillah peta yang diinginkan.

Salam.

(Terimakasih ke mas Henkie Basuki Djayapranata)

Comments (1)

Older Posts »