Obat Oles/ Larutan Pijat Tradisional

Lagi-lagi dari TV, soal pelarut untuk obat pijat tradisional.  Itu lho yg katanya untuk ngurut pegel linu, biasanya didalamnya bahkan ada akar2 kering, sebagai tanda sahnya obat tersebut.

Dalam reportasi TV tadi orang tersebut mengaku sudah 15 (LIMABELAS bo!) tahun melakukan pengoplosan larutan pijat tersebut dan tanpa ketahuan dan produknya laku lagi.  Dioplos dengan apa?  lazimnya minyak sereh atau cengkeh atau kayu putih (atau minyak akar2 lainnya) yg jumlah nya sedikit, dioplos dengan minyak kelapa agar konsentrasinya menurun dan cocok (tidak iritasi) di kulit.  Nah minyak kelapa kan relatif mahal tuh, makanya diganti dengan terpentin! Apaan tuh?  itu lho pengencer cat!  Karena terpentin harga satu liternya lebih murah.  Padahal zat ini berbahaya jika digosok2an pada kulit, selain dapat menyebabkan iritasi , juga kanker kulit jika digunakan dalam jangka waktu lama.  Dalam reportasi di demokan, bagaimana terpentin gampang juga terbakar (macem spiritus itu lho).

Huh. . . lagi2 pedangang mau untuk besar, cari shortcut yg membahayakan masyarakat. . .

2 Komentar »

  1. cahyawati said

    Sepertinya dinas kesehatan harus bekerja lebih keras untuk memantau segala macam produk yang berhubungan dengan kesehatan yang beredar dipasaran.

  2. Memang di Indonesia banyak orang yang mencari jalan pintas seperti dengan pemalsuan obat dan jamu. Mestinya kalau ingin jadi pengusaha yg langgeng ya harus punya tanggung jawab moral dan mempertahankan reputasi. Bisnis tabrak lari seperti pemalsuan tersebut tentulah tidak akan bertahan lama.
    http://pantipijat.blogspot.com

RSS feed for comments on this post · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: